Mataram, 18 Maret 2025-Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Mataram, Urwatul Wusqo, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 dalam ajang Kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran Nasional cabang Tahfiz 10 Juz. Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 5-16 Maret 2025 di Yarsi Mataram.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kompetisi tersebut, Urwatul Wusqo menunjukkan kemampuannya dalam menghafal dan melantunkan Al-Qur’an dengan tartil, tajwid yang sempurna, serta penghayatan makna yang mendalam.
Dalam wawancara singkat seusai pengumuman, Urwatul menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi yang diraih.“Alhamdulillah, ini semua berkat doa kedua orang tua, bimbingan dosen, serta dukungan teman-teman. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik dan menyerahkan hasilnya kepada Allah,” ujarnya dengan penuh haru.
Urwatul bercerita bahwa persiapannya untuk kompetisi ini membutuhkan kedisiplinan tinggi. Ia membagi waktunya antara kuliah, hafalan, dan murojaah setiap hari tanpa mengurangi fokus pada kegiatan akademik.
“Setiap hari saya targetkan minimal satu hingga dua juz untuk murojaah. Tidak mudah, tapi dengan niat ikhlas karena Allah, semua terasa lebih ringan,” tambahnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Mataram, Dr. Erma Suriani, M.S.I memberikan apresiasi tinggi atas capaian Urwatul.
“Kami sangat bangga dengan prestasi Urwatul. Ia membuktikan bahwa mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berprestasi dalam bidang keagamaan. Ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus bersemangat dalam belajar dan berkarya,” tuturnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Mataram mampu bersaing di tingkat nasional, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai keislaman. Keberhasilan Urwatul diharapkan bisa menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah potensi diri dan menebarkan semangat cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Urwatul sendiri bertekad untuk tidak berhenti sampai di sini. Ia menargetkan untuk melanjutkan hafalannya hingga 30 juz serta aktif membagikan ilmu dan semangat menghafal Al-Qur’an kepada generasi muda. “Saya ingin terus belajar dan berbagi. Semoga suatu hari saya bisa menjadi pengajar tahfiz dan membawa lebih banyak manfaat bagi umat,” pungkasnya.
Ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional tahun ini menjadi momen berharga untuk mempererat ukhuwah dan semangat mencintai Al-Qur’an di kalangan mahasiswa se-Indonesia.

